Di Panama dia dipanggil el chino, dan Shyno memakainya kayak mahkota. Rapper keturunan Tionghoa ini udah hampir satu dekade jadi salah satu suara paling keras di Latin trap Panama, dan video terbarunya, “Barbie Coca”, udah lewat 620.000 views sejak Februari. Video itu duduk di atas katalog yang bikin artist lain iri: “Padre Nuestro” lebih dari 7,6 juta views, “Japonés” lewat 3 juta, dan “ZAZA” serta “Tusiketa” masing-masing tembus 2 juta. Remezcla masukin dia ke daftar artis urbano Panama yang wajib dikenal dunia, plus co-sign langsung dari Nicky Jam.
Akar di Kanton, jalanan Panama
Akar keluarga Shyno berasal dari Kanton di Tiongkok selatan, dan kisahnya adalah bagian dari salah satu komunitas Tionghoa tertua di Amerika: orang Tionghoa-Panama sudah jadi bagian negara itu sejak era kereta api dan kanal. Agen booking MN2S mendeskripsikannya sebagai “artis rap keturunan Tionghoa yang berasal dari Panama”, dan Remezcla menyebutnya “rapper Asia-Panama”. Dia besar di scene yang sama dengan Japanese, bintang Panama yang namanya juga sindiran ke Asia, dan Shyno nggak pernah lupa itu. Waktu Japanese sakit pada 2022, Shyno menulis kalau bukan karena “Japa”, mungkin dia nggak akan nyanyi.
Perjalanan
Terobosan datang lewat “Japonés” pada 2017, tahun album debutnya Never Legal, dan “Padre Nuestro” pada Januari 2019 bikin namanya dikenal di internet berbahasa Spanyol. Sejak itu hits terus mengalir: “ZAZA” (2022), “XOXO (Piso 33)” dan “McDonalds” (2023), “NASA”, “Gelato” dan Héctor Lavoe Freestyle “HLF” (2024), lalu “Tusiketa” dan “Cali Kush” (2025). “Barbie Coca” adalah bab 2026, dan trap-nya masih ngegas sekuat hari pertama. Tekan play: ini Latin trap Panama dengan detak jantung Kanton.