Lagu-lagu berbahasa Filipino lagi ngegas di Filipina sekarang. Di chart Apple Music PH awal Oktober, "Na Para Bang" dari Mariah Deborah duduk di nomor satu, dan lagu-lagu Filipino mengisi sebagian besar papan di sekitarnya. Di Poblacion, Makati, KINKI adalah ruangan sekitar 80 meter persegi di atas TETSUO, buka Kamis sampai Sabtu. Budots adalah tarian yang jadi dasarnya: lantai bergerak mengikuti remix budots dari hits lokal dan pop. Transit Records menjalankan malam Provider hari Jumat, dan Kamis jadi sorotan kolektif queer. Co-founder Osmeña menyebut pendekatan yang mengutamakan musik itu untuk kerumunan yang "nerdy" dan menyebut ruang itu kanvas kosong yang bisa berubah lewat dressing up dan lighting.
Mulai dari SB19, yang meraih tiga kemenangan di Filipino Music Awards pada 6 Oktober, lalu saksikan mereka lagi di ONE ZONE FEST di Araneta Coliseum pada 24 dan 25 Oktober. "Blush" dari BINI, yang direkam live di Vevo Studios, adalah sisi pop yang polished dari skena ini. "10YRS" dari Nadine Lustre adalah yang slow: balada introspektif dengan biola, bukan lagu club, tapi worth banget didengerin di sela-sela set. "SALINGPUSA" dari Matt Habit adalah pilihan fresh buat di-queue. "Alam Ko Na" dari DENȲ sedang charting di nomor 25 Apple Music PH, jadi pencet play juga buat itu. Pendengar juga datang dari India, Bangladesh dan Amerika Serikat, yang menunjukkan seberapa jauh suara ini terdengar.
Pantau terus PLUS63, yang kembali ke Manila di Aseana City Concert Grounds di Parañaque pada 28 November. Lineup-nya masih sebagian, dengan lebih banyak nama yang dijanjikan.